Posts

what people's say

suatu waktu ..menggali ilmu di kampus biru.. hari ini kusambut hari dengan rok abu-abu, kemeja kotak-kotak abu-abu bergaris hitam, dan berkerudung hitam. sebagaimana fakultasku menyuruh, aku suka patuh saja. tak berani mengelak akan aturan yang sudah ditetapkan, ditetapkan untuk jurusanku. tak boleh ada jeans, kaos, sandal, .. bahkan, mau pakai kerudung instan pun rerasa tidaklah rapi, kawan. tetapi, aku berkerudung tak denagn gaya biasanya. biasanya, aku melapisi kerudungku dengan ciput topi di atas kepalaku. setelah itu, kerudung segiempat menempel dengan tatanan ala tanganku. beda dnegan hari ini, di mana aku memakai

saya sebut, kapasitas.

pertanyaannya, benarkah manusia telah diberi kapasitas yang adil oleh Sang Maha Pencipta? namun, saya yakin, meskipun saya masih merasa sulit melakukan, hal ini benar : setiap manusia diberi kemampuan yang sama, yang membedakan hanyalah tingkat kemalasan. jleb, bukan? ahiya, mungkin saya orangnya suka baper yha? jadi yang dibicarakan hanya memutar-mutar soal perasaan. apa-apa perasaan. apa-apa 'saya merasa'. dan begitulah, bagaimana karunia perasaan itu haruslah dikelola. sebut saja mbak Goal, beliau mengatakan bahwa, iri merupakan karunia dari Allah SWT. Tidak mungkin sifat itu kita hilangkan dari diri kita. sebab, itulah sifat manusia. mengapa Allah menciptakan iri sih? kenapa coba? bikin dosa saja. yha, mungkin itu perspektif yang kini banyak beredar. iri mengacu pada hal yang bebrau negatif, padahal.... padahal apa? sifat itu harus kita kembangkan. kita arahkan tuh sifat iri kepada hal-hal yang positif, misalnya iri dengan orang yang rajin beribadah dan tinggi ilm...

jadi orang dewasa, gimana rasanya?

saya suka kepo, bagaimana mungkin ia menjadi seorang yang dewasa? sedewasa dan sepintar itu? dimulai ketika saya masih di bangku TK, saya setiap pagi memandang jalanan yang ramai oleh lalu-lalang orang di pagi hari. kesibukan mereka mulai terlihat. saya memang penonton sejati kala itu. saya menyaksikan anak-anak SD (ketika saya masih TK) itu kelihatannya sudah besar dan pintar gitu. ketika saya kelas 1 SD saya emmandang, anak-anak kelas lima sampai enam yang menjadi petugas upacara hari senin itu besar-besar dan kayaknya mereka berilmu sekali. seolah-olah saya memandang mereka itu sebagai sesuatu yang "wow". intinya satu tingkatan di atas saya, saya mengira mereka lebih gedhe dan pintar. pernha suatu ketika, saya sedang bermain pasaran , teman saya yang kelas empat (satu tingkat di atasku) lewat di depan saya. dia sambil meneteng sebuah buku matematika terbitan tahun 2004 bersampul hijau berukuran buku tulis A5. dia menghampiri saya, saya pun penasaran dengan buku matemati...

muhasabah ^-^

halo temen-temen.. gimane kabar? Alhamdulillah lah yaaw, harus itu.. harus bersyukur.. ceritanya 'kan saya berniat untuk menuliskan hal-hal yang terkait selama saya lenyap dari dunia blog. tetapi, sebelum kita beranjak ke situ, ada baiknya kita mulai dengan hal yang satu ini. apa itu mbak? hahaha xD check it out guysss !!! =D uuuuyyyyeaaaah....yuuuhuuu M-U-H-A-S-A-B-A-H wowowo.. kenapa muhasabah??? apa hubungannya dengan cerita-cerita yang akan saya dendangkan? baiklah, langsung saja. jadi, kalau kita pikir-pikir, mungkin segala aspek kehidupan ini akan berujung pada diri sendiri. karena yang hidup di bumi siapa? saya lah, diri saya sendiri... oleh karena itu, peningkatan kualitas diri asalnya juga dari diri sendiri. bagaimana caranya?? yakni kembali pada diri kita masing-maising..hah? mumet aku.. yaaa.. semacam cermin kehidupan kita. melihat kembali diri kita secara utuh dan menyeluruh. hah, emang bisa? ....... jadi tambah mumet ya? coba lihat pengertian di ...

berdebuuu c_c

halloo... Assalamu'alaykum :)) weh, lama tak jumpa kite ye. Apa kabar yang di sana? semoga baik-baik saja. Alhamdulillah, di hari Rabu pagi yang hujan ini, saya masih bisa menulis kembali di blog yang debunya sudah lima senti. baik, saya akan membersihkan debunya sebentar.. . . . . . . . . . . . selesai! =D eh, non, memangnya kemarin-kemarin kamu ke mana saja? kok batang hidungmu tidak muncul d dunia per blog an? menghilang ke mana kah kau? mmm... hehe, maaaf  kan ya. sejak akhir Juli lalu kesibukanku dimulai setelah sekian lama menjadi pengangguran. pengangguran (?) iya, ceritanya telah lulus dari bangku menengah atas, jadi usai wasana warsa gabut begitu. sampai bosan.. sampai was-was menunggu hasil di manakah saya akan diterima di PTN? mungkin prolognya itu dulu. nanti insyaAllah jika ada waktu luang, eh hatinya luang hihihi , akan saya lanjutkan mengenai cerita-cerita menarik selama saya lenyap dari dunia blog. tunggu saja deh.. xD sekian.. Wassalamu'...

unbelieveable

Image
ketika baginya dunia sedang dilanda senjata makan tuan dunianya terasa suram, mungkin di satu sisi dunia yang lain, ada dunia yang sedang bereuforia atas kebanggaannya menjadi pemuda yang diidam-idamkan menjadi bintang kecil di langit, paradigma yang terkadang salah persepsi juga sudah kecil, sulit digapai pula sejauh mata memandang, mereka hanyalah semu seperti mimpi pemuda pemudi itu.. pupus begitu saja..kini berlimpah pemuda pemudi menderita di dalam jeruji kerangkeng, yang membuatnya tak bebas bergerak pengawalan yang acapkali terabaikan, sering membuat hasratnya terbebas membuncah sebenarnya, yang salah siapa? ratusan juta yang menderita kehausan.. menanti seteguk kebermanfaatan yang melepas dahaga meski kita semua tahu, tak semudah kata-kata meluncur dari lidah kita tetapi, mau tunggu apalagi kalau begini senjata makan tuan kian merajalela..

suatu tempat

manusia yang hidup di dunia, pastilah membutuhkan tempat untuk berpijak. tempat di mana ia berdiri tegak dan kokoh. tempat di mana ia mampu melihat kilauan cahaya bintang di ujung langit nun jauh di sana. d-u-n-i-a Kalau orang bilang comfort zone adalah tempat nyaman kita. berlama-lama di sana terasa tidak membuang-buang waktu. orang pun bilang, kita harus keluar dari comfort zone kita agar tersisih perubahan dalam diri. kalau kita tidak berani keluar dari comfort zone, bagaimana kita akan berubah menjadi yang lebih baik lagi? nenek moyang kita sudah mengajarkan istilah nomaden, yakni hiduo yang berpindah-pindah dari tempat ke suatu tempat yang lain. tujuan dari cara beerpikir orang moyang dahulu adalah agar merekamendapatkan sumber penghidupan yang layak sesaui taraf hiudpnya masa itu. mereka ingin sekali melanjutkan hiudup.