Posts

jam karet

Pernahkah penunjuk waktu menjemput ajalnya? Pernahkah jam-jam dinding berhenti sejenak dalam mengoperasikan jarum-jarumnya untuk istirahat? (kecuali baterai habis atau rusak) Apakah suara detikan jam-jam itu kurang keras? Dan apakah pergantian siang dan malam itu sempat tertunda seperseribu sekon pun? Mungkin waktulah sekeras-kerasnya peringatan bagi manusia. Betapa tidak. Waktu tidak pernah berbalik mundur. Sekalipun telah maju, mustahil akan bisa ditarik kembali. Kejam memang. Inilah Indonesia, negara dengan jam terunik : jam karet. Sebagian besar masyarakat Indonesia menganut jam karet ini, namun banyak juga yang memiliki jam sungguhan. Waktu itu kadang terasa tidak berguna, kadang pula terasa ‘kurang waktu’ untuk melakukan aktivitas. Kebiasaan mengulur waktu, bukan hal yang perlu dikesiapkan. Sudah biasa, katanya. Tidak usah kaget dengan kebiasaan tunggu-menunggu. Sudah biasa. Sang penunggu jiwanya sudah damai, hatinya seluas samudera, otaknya sudah sedemikian rupa,m...

Who is Nonny ?

Nonny? Siapa dia? Entah blog ku ini ada yang baca atau nggak, nggak tahu, entah. Kalaupun ini hanya aku yang menjadi pembaca, yhaa nggakpapa. Profil sendiri dibaca sendiri :D (sebenarnya bukan profil sih..) Ada yang udah kenal gw? Pasti udahlah.. haha “tak kenal maka tak sayang” pepatah menstrim Aku bernama Nonny. Nama panjang Nooonnnnnyyy. Nama lengkap Nonny I*****. Secret yha. Kalau ada yang pengen mengenal aku lebih jauh bisa banget menghubungi aku. Iya itu nama lengkapku sengaja aku hide, kenapa? Pengen aja. Wkwk Aku yakin, semua orang yang mendengar namaku, dipikiran mereka akan muncul imajinasi seorang Nonny dengan postur tubuh pendek, kurus, berkulit sawo busuk, jelek, berhijab, pendiam *ngapusyii*, dan hal lain. It’s me. Kesan pertama   ketemu aku.. kalian akan mengenal aku sebagai seorang pendiam, *uhuk. Kebanyakan sih gitu, tapi aku nggak tahu gimana kalau yang lain. Kelihatannya sih pendiam, tapi kalo udah kenal? Akrab? Bisa jadi akan banyak bicara da...

Just realized :3

Wednesday | 23/12/15 Now, I’ve got many words. Not rarely, I didn’t know what’s the native meaning. It seems as ‘yeah I understand’. But, if you ask me what’s the meaning of those words? My answer would be, i just forget. You may open your dictionary. Like that. Im not really sure that I can explain about the precise definitions. Hereafter, i realized that when I was in elementary and junior high school, my teacher often give us (the students) some tasks to memorizing definiton of the word. You know, unimportant word like norm, discrimination, etc. (forget for examples). Actually memorizing in the past is very useful for current term. Is not just memorizing to got a good mark, but its about to make new understanding in our brain. Yups, i just realized :3 no vain for every science we got.

be yourself :)

Image
" apa yang dikatakan oleh orang tentangmu, tidak mendeskripsikan siapa kamu, tapi mendeskripsikan siapa yang mengatakan .", kata-kata dari salah seorang temanku yang bisa dibilang cukup jenius. itulah esensi be yourself . meskipun begitu, kita masih perlu masukan-masukan dan kritikan dari orang lain demi kebaikan kita. ya, sekalipun kritikan itu sangat menyakitkan, meski perih menusuk kalbu. tidak apa, anggap saja itu adalah obat yang mujarab. yang namanya obat pasti pahit mana ada obat manis , kita harus meneguk demi kesembuhan kita. makna tersirat dari ucapan temanku yang lain juga aku tangkap. dia seorang perempuan yang mahir ber- public speaking . ia orang yang PD saja, di manapun, kapanpun. aku kagum. kagumku berlanjut kepo. haha. dia banyak bercerita kepadaku. nah, dari sekian banyak hal yang dia ceritakan, kesimpulannya adalah dia (menurutku) anak yang applying quote di atas. hihi. karena menurutku, konsep ber public speaking adalah jangan mempedulikan or...

.....

now.. not really bright noon. noon-sun. a half of cloudy. and I stay here, alone. it's just my first time to writing on the my own blog by online. but it's my second time to using english in my text. such of hope, i can use english rule correctly.

A Mirror to Success #Part 1

Kenapa tulisan ini berjudul “A Mirror to Success” ? Mirror, artinya cermin. Cermin adalah benda yang paling sering digunakan untuk melihat diri kita sendiri. Ketika kita hendak bepergian, seringkali kita meluangkan waktu untuk sekadar menengok penampilan kita di hadapan cermin. Pun orang-orang acapkali mengisyaratkan istilah ngaca (bercermin) agar mereka mampu melihat apa kesalahan yang diperbuat oleh yang dimaksud. Jadi maksud mirror di sini merujuk pada ‘melihat diri sendiri’ dan mengoreksi hal-hal yang perlu dibenahi. Manusia itu ibarat lantailah, tiap hari pasti ada yang harus dibersihkan. Seakalipun kelihatannya bersih. Mandi pun harus tiap hari. Karena tiap hari sel-sel kita beregenerasi dan digantikan oleh sel-sel yang baru, maka akan timbul sel-sel mati. Tidak terkecuali dengan apa yang dicita-citakan oleh setiap insan, kesuksesan. Siapapun jikalau ditanya, ‘siapa yang pengen sukses?’, sudah tentu semua orang akan mengangkat jemarinya, bahkan sampai kaki pun rela i...

ngook .-.

Ini aku nulis terinspirasi dari blog yang baru saja aku baca. Entah kenapa ya, kalo habis baca sesuatu chemistry buat nulis tu muncul dengan sendirinya. Yaudah deh... nulis aja. Kan sayang kalo ada sederet ide nggak dituangkan. :)   Well , hari ini hari Jumat. Kuingat-ingat sejak kemarin kalo hari ini ada senam buat anak kelas duabelas. Udah benar-benar aku persiapkan dengan matang biar nggak telat esok harinya. Abis sholat Subuh, aku merasa tenang-tenang saja. Karena setelah kulihat-lihat jadwal hari ini nggak ada pe-er. *ketauan belajar kalo ada PR*, ya gitu. Tapi kali ini badanku kurang mendukung. Semalaman kepala terasa panas. Feeling ku ini gejala batuk pilek. Apalagi kemarin aku udah berprasangka gitu, tak tambahin minum susu dengan sedikit es. Haaahh nikmat deh. Jadi, agak males buat baca-baca :D Jam 5! Aku baru masukin buku ke dalam tas. Pas buka-buka catatan... hah :O ada PR kimia soal Ksp. What! Ini jam 5, selesai nggak yaaa.. ah langsung kerjain aja. Har...