Posts

Showing posts with the label waktu

usai tenggelam

hai? apakabar, blog? uh uhh debunya lima senti... kemana saja non? dapet apa saja selama ketenggelamanmu  selama ini? adakah cerita yang bisa kau tumpah ruahkan di sini? aku tak sabar menunggu.. sungguh, kapan kau akan menulis? menulis sejarah? ingatkah kau dengan azzammu di masa lalu? jawabku : tunggu saja ya, pastinya selalu doakan agar Allah memberi kelapangan dan kemudahan untuk menulis kebaikan. aamiin :) non? sepeerti ada yang berbeda dengan dirimu...

siaaaaap??? yaaaak!!!

tantangan pertarungan kelelahan rasa ingin menyerah ribet rumit tak kunjung usai waktu semakin berlalu dan habis haus tak kuat tapi.. harus tetap bertahan menunaikan menitih satu per satu melangkahkan kaki walau satu-satu lupa bodoh marah tawa bingung ragu yakin tekad

lambat laun kan basi

tibalah aku di sini. membawa sesal tiada arti. ada sejuta kisah yang ia alami selama ia lenyap dari dunia blognya. sebuah pilihan untuk sejenak meninggalkan dunia blog ia maksudkan dengan tekad menggali letak kebutaannya. ia mencoba mengarungi segala urusan dan tempat-tempat di dunia ini dalam durasi waktu yang ia sendiri tak yakin akhirnya sampai bisa menulis di sini. ada rasa iri tentang bercumbu bersama blog. tatkala ia menyambangi bloglist di sisi kanan halaman blognya. ia semakin tak kuasa angkat bicara perihal apa yang telah ia dapatkan selama lenyap dari jangkauan. walaupun tak ada satu orang pun yang mencari, kecuali dirinya sendiri. tak ada satu persen kenaikannya atas pengorbanan meninggalkan perblogan berhari-hari. tdiak lain, ia tetap kosong. seperti makanan .. kisah yang baru saja terjadi adalah sebuah santapan lezat yang masih panas, seger, dan fresh from the oven. tapi.. mengapa ia tak lekas menyantapnya, menjadikannya sumber energi untuk menulis sesuatu yang bermanfa...

menua

Ketika umur bertambah.. Jika kutatap waktu, ia senantiasa berjalan, berubah.. Yang menandakan, semakin hari jatah waktu untuk hidup di bumi Allah kian berkurang. Misal kita diberi jatah waktu 60 tahun untuk menetap di bumi, berarti usia kita sekarang menunjukkan berapa banyak jatah yang sudah habis dan terlewat. Kini, tinggallah menikmati sisa dari jatah yang diberikan-Nya. Suatu hari, aku membaca buku Sejuta Pelangi karangan OSD. Di buku itu, aku benar-benar menangkap makna dari judulnya, Sejuta Pelangi. Ya, lika-liku kehidupan ini memang indah, bak pelangi yang warna warni. Setiap spektrumnya memiliki kekhasan sehingga menimbulkan kesan warna yang berbeda-beda, namun indah dipandang mata. Buku ini mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Hikmahnya selalu dapat kita petik dengan bijak. Dari masalah sederhana di sekitar hingga persoalan pernikahan. Mendekati bab akhir, tiba-tiba pikirku tersentak. Ya Allah, aku sudah bisa apa ya dengan usiaku sekarang? Sudah menghasilkan ap...

I don't know, but I see

life is ... ( I don't know) eventhough, I have any tasks. I write.. if life is just fulfill our stomach with delicious meal and we got energy and could do everything there's small-pieces that we don't know. but the heart knows as if the world lock our mouth to not speak anymore seeking for happiness, is a part of meaningful life but do you know? genuinely, people forget how to get it. and, yea, they choose the wrong path, sometimes I don't know how many people who get suffer in their getting-old journey it's a hard time, you know then, some stress people come in the peak they say, "I'd rather die, right know." they think that, because they don't know how to do to this life well they only hard work everyday to ensure they'll have foods and too many people who can only lay in their 'ugly bed' for a long time as they are waiting for the day they must go, so their eyes would not see this mess world

Jazaakillaah khoir, NADHI(R)A !!!

Image
Apakah kamu bertanya-tanya, mengapa aku mengurung huruf R pada nama aslinya, N-A-D-H-I-R-A? Jika YA, lanjutkan membaca prolog tulisanku kali ini. TIDAK? Lewatkan saja ! Right now ! wkowko :D Yap, dulu ketika aku masih duduk di bangku menengah pertama, selama dua tahun aku satu kelas dengan seseorang yang selama dua tahun pula termasuk menjadi teman dekatku. Sebenarnya sih, biasa aja pertemanan kita, mungkin karena seringnya frekuensi kami berdekatan akhirnya jadi teman dekat. Loh(?). Lupakan. Tidak hanya si dia aja yang mau menjalin pertemanan dekat denganku, ada dua orang lainnya yang juga teman dekat. Naah, si dia ini namanya dhia, tambah ‘Na’. Catch it? Ye prolognya Cuma gitu doang. Maybe kamu bakal bosen jika sudah mengerti tapi aku jelaskan lagi. Udah bisa membayangkan sendiri kan? Kenapa R nya terkurung? Hehe.. baper teman dekat lama :3                 Nadhia, pake R ini adalah sesosok mak...

kamu terlambat?

kebiasaan! pyaaarrrr... jangan bilang ini tradisi turun-temurun. Padahal orang-orang tua kita selalu ngajarin gasik . Gasik dalam segala hal. Bahkan, kadang mereka takut terlambat, takut sekali kadang. Misal anaknya tiba-tiba demam panas tinggi, buru-buru deh ke warung cari obat panas tanpa peduli panasnya karena apa. contoh lain, mau ada acara kumpulan, pasti megang jam, jam berapa nih.. . Pengalamanku sih, pernah diburu-buru cepetaaan cepetaan, nanti ditinggal busnya (piknik). Padahal ya gak mungkin ditinggal . Di sekolah pun, mana ada yang ngajarin anak didiknya terlambat. Pasti ada sanksi kecil yang dibentakkan pada pelaku terlambat, sekalipun sekadar ucapan. emang susah, aku juga ngerasain kok . Nih bibir seriing banget ngumbar janji dan bikin wacana. Nanti ketemu di sini jam segini, ya. Nanti JAm segini ya biar gak nganu-nganu . ya, nanti aku mau berangkat jam segini. eh.. waktu sampai di waktunya, hilang deh melayang semua janji-janji palsu itu. Kalau dipikir, siap...

menjelang uen

Hm, tak mungkin hanya aku yang merasa bahwa dunia kini kian sempit, waktu kian cepat berlalu, dan kehidupan akan berjalan seperti ini seterusnya, monoton. Kecuali ada seseorang, peristiwa, fenomena, yang membuat gebrakan-gebrakan yang membuat kami bangkit dari kenyamanan ini. Kita adalah manusia biasa, biasa mengikuti aturan-aturan tanpa tahu dasarnya. Kami biasa belajar menghafal tanpa tahu asal muasalnya. Kami biasa menggunakan rumus untuk memevahkan berbagai persoalan. Tak banyak dari kami yang peduli akan sebuah dasar. Kemudian kami menerima, pura-pura mafhum, dan lupa. Begitulah kesimpulanku dari hasil diskusi abal-abal bersama si shaffan dan laela, selasa 22 maret 2016 Beginilah alam bekerja pada poros waktu. Kami hanya berdiri, meminjam bumi, untuk sekadar bercanda, bersandiwara, dan belajar. Hayo, ini H-berapa teman? Ini tanggal 24, sedangkan proses pencetakan tulisan dibalik ijazah itu dimulai tanggal 4 april. Miris gak sih? Kata semangat bukan slogan kami, kami ...