Posts

Showing posts with the label nasehat

menikah itu..

Kata Ummi, Menikah itu tidak sesederhana aku dan kamu bersatu. Bukan hanya soal nanti ada yang ngebonceng. Bukan hanya soal menghilangkan kesepian. Bukan hanya soal membagi beban, karena kamupun sangat mungkin juga ingin membagi beban yang lain. Menikah tidak sesederhana membuat foto nikahan paling hitz. Atau merasa senang banget karena akhirnya punya imam pribadi Bukan cuma itu Menikah juga tentang bagaimana ibumu bisa memilihku sebagai asisten pribadinya, Bagaimana ayahmu bisa dengan senang memperkenalkan aku di hadapan rekan-rekannya, Bagaimana aku bisa menjadi sahabat untuk saudara-saudaramu, Dan bagaimana aku bisa tetap memberi dalam keadaan selelah apapun Menikah tidak sederhana bukan? Setidaknya aku harus tau bagaimana menjawab pertanyaan anak kecil yang bertanya tentang wujud Allah Setidaknya aku harus tau bagaimana membujuk anak laki-laki untuk tekun belajar sebelum ujian Setidaknya aku harus bisa mengenalkan, mana air yang suci, mana yang bisa mensuc...

lama tak berbagi cerita

ah jadi gemes pengen nulis hikmah-hikmah yang diajarkan di bumi. apa coba? gemeeesss jadi gue, haha gue. ya, Alhamdulillah Allah menakdirkan pasien bernama Nonny ini yang sakit jiwa, sakit hati, sakit tubuh, sakit intelegensi, haha apa sih -_- tinggal di sebuah bumi. akhirnya si bumi lambat laun mengajarkan kepadanya tentang apa arti hidup ini, apa tujuan hidup, mengapa kita bisa sehat dan sakit, mengapa jika sakit harus minum obat, mengapa ada istilah bodoh, daaaan mengapa-mengapa lainnya pernah sehat? retoris non ._. trus kalau sehat wal afiat bisa ngapain aja? pake nanya lu non -_- eh tapi beneran, ini hal penting. banyak buanget contoh ketika sehat kita pasti lebih banyak bisa menikmati semua yang kita mau, semua yang ada, entah makan es krim, makan pentol cilot di pinggir jalan, kehujanan, bisa naik motor ke mana-mana, bisa belajar, bisa mandi sendiri, ah banyak banget lahg pkoknya. sek.. sek.. jadi inget surga nggak sih? yang keindahan dan kenikmatan di dalamny...

berbicara yang berisi ..

Image
kembali ke diri sendiri lagi, , liat timeline medsos sendiri. hmm kira-kira seberapa kebermanfaatan dan kebaikan yang udah aku post? bermutukah? berisikah? atau hanya berisi celotehan-celotehan tak bermakna yang tidak jauh dari curhat yang terselubung?

damai

sudah selayaknya kita berdamai bahkan dengan hati kita sekalipun karena justru di dalam hatilah kerusuhan itu mencuat sesungguhnya, kehidupan ini tidak lain dan tidak bukan asalnya dari hati kita menggosip misalnya, bisa jadi asalnya dari hati yang enggan berdamai dengan karunia Allah karena hatinya enggan damai, jadinya lidah diperalat sampai lupa bukan masalah gosip saja menghadapi teman yang berbeda pendapat, nilai yang tidak sesuai ekspektasi, dan unsur-unsur lain yang membuat hati menjadi resah sebab tidak sesuai kehendak hati berdamai, meskipun dengan hati sendiri ternyata lebih sulit daripada mendamaikan orang yang berkelahi jika hidup ini ujian, dan sabar plus syukur kunci jawabannya, maka damai dapat dikatakan hasilnya yang nyata damai.. akan menumbuhkan senyum pada ia yang resah dan rusuh damai.. menenangkan hati ini cuma di dunia toh! satu detik yang akan datang pun kita tidak tahu

life is easy

forget people that bring you down and just live your life  ternyata, kenikmatan hidup adalah ketika kita menikmatinya.. jika kita ingin bahagia, maka bersyukur dulu, katanya. Pada hakikatnya, kebahagiaan diri sendiri didapatkan dari rasa syukur yang menghantarkan ke kebahagiaan.. kita tidak bisa mengontrol pikiran orang berikut perkataannya, tapi kita hanya bisa mengontrol pikiran sendiri. don't worry, be happy keep smile as always :)

Kebiasaan Buruk

yha. Saya masih harus banyak belajar. Terlebih banyak belajar menerima diri dan keadaan. Bukankah pelajaran terbaik di dunia ini adalah menjadikan diri kita lebih baik? Rasa syukur dan kesabaran harus terus dipupuk. Syukur dan sabar adalah kunci menghadapi ujian yang patut melekat terus. Tak boleh salah satunya timpang. Seperti ketika berkendara, sesekali melihat spion biar tahu di belakang ada apa dan lebih berhati-hati. Dan terus menatap ke depan agar tujuan yang jelas lekas tercapai. Jangan melihat ke atas terus, nanti kita lupa bersyukur. Pun, jangan melihat ke bawah terus, nanti kita nggak maju-maju. "Jangan takut. Kemarin, kamu sudah berusaha maksimal.. , belajarlah menghargai usaha diri sendiri. Jangan melulu menyalahkan dirimu sendiri. Kebiasaan buruk itu!" tersenyum, seraya berkata "Aku hanya ingin memberi yang terbaik.." "Ya, berusahalah selalu memperbaiki. Jangan lupa bersyukur!" Ada sebuah percakapan yang terjadi sekitar setahun si...

dialog klise di bus dan 'baju pramuka'

terekam jelas dalam ingatanku, wajah seorang ibu yang duduk di sebelahku. Kemarin, aku tidak punya rencana untuk pulang. Sudah berhari-hari aku memendam rasa rindu dan ingin melepasnya layaknya teman-temanku yang sudah lebih dulu menemui rumah asalnya. Ya sudahlah, hidup kita bukanlah hidup orang lain, nikmati saja. Dengan kemantapan hati, akhirnya aku memutuskan pulang juga. hal yang terpenting ketika pulang adalah, mencari sesuatu yang bisa membuat aku berada di terminal. setelah dapat, segala yang ingin aku bawa pulang, kubereskan. seperti biasa aku membonceng dengan penuh khidmat sembari merenungi setiap hal yang ada di pinggir jalan. sampai di terminal, Alhamdulillah bus siap berangkat, jadi tak perlu menunggu terlalu lama di dalam bus. karena bangku sudah hampir penuh, jadi aku duduk sedapatnya saja. "sini mbak, sebelah saya." seorang ibu yang tengah sepuh menawarkan, agaknya beliau mampu membaca gerak-gerik dan pikiranku. "oo nggih,  buk." jawabku sing...

kamu terlambat?

kebiasaan! pyaaarrrr... jangan bilang ini tradisi turun-temurun. Padahal orang-orang tua kita selalu ngajarin gasik . Gasik dalam segala hal. Bahkan, kadang mereka takut terlambat, takut sekali kadang. Misal anaknya tiba-tiba demam panas tinggi, buru-buru deh ke warung cari obat panas tanpa peduli panasnya karena apa. contoh lain, mau ada acara kumpulan, pasti megang jam, jam berapa nih.. . Pengalamanku sih, pernah diburu-buru cepetaaan cepetaan, nanti ditinggal busnya (piknik). Padahal ya gak mungkin ditinggal . Di sekolah pun, mana ada yang ngajarin anak didiknya terlambat. Pasti ada sanksi kecil yang dibentakkan pada pelaku terlambat, sekalipun sekadar ucapan. emang susah, aku juga ngerasain kok . Nih bibir seriing banget ngumbar janji dan bikin wacana. Nanti ketemu di sini jam segini, ya. Nanti JAm segini ya biar gak nganu-nganu . ya, nanti aku mau berangkat jam segini. eh.. waktu sampai di waktunya, hilang deh melayang semua janji-janji palsu itu. Kalau dipikir, siap...

Advice mode

Mungkin sekitar dua minggu yang lalu, rutinitas mentoringku tidak seperti biasanya. Seorang guru SMP menggantikan murobbiahku (yang biasa mengisi) karena beliau berhalangan untuk hadir. Dalam petuah-petuah materi yang disampaikan oleh murobbiah pengganti itu, terselip teladan yang membuat otakku mengolah sebuah kesimpulan. Sebab beliau seorang guru, maka beliau bercerita tentang murid di sekolah tempat beliau mengajar. Singkatnya begini, ada salah seorang murid yang ‘ dielokke’ oleh beliau. Ya, seperti biasalah yang namanya murid, pasti ada yang nakal, kurang serius belajar, gojek , deesbe. Sehingga membuat seorang guru perempuan itu naik pitam, nggondhok karena ulahnya, dan beliau pun dengan suasana nggondhok menasehati muridnya itu. Dan hasilnya? Murid itu tak berubah, masih sama saja. Kemudian beliau berinisiatif untuk menasehatinya dengan halus, dengan perasaan. Tak lama kemudian, beliau mengadakan ulangan harian. Sangat tak disangka-sangka, sang murid yang membuat gurunya...