Posts

Showing posts with the label ntms

fight against yourself

akhir-akhir ini sering Allah arahkan mata ini melihat pedihnya warga Syiria maupun Gaza yang berdarah-darah di mukanya atau seketika meninggal dunia sebab kebiadaban zionis. ketika melihat, hanya bisa terus beristighfar... Ya Allah betapa diri ini amat kufur terhadap nikmatmu.. tak perlu jauh-jauh ke luar negeri, di negeri sendiri pun berita terus saja ada.semisal, berita ada granat di suatu daerah, penembakan apa, kebakaran, korban kekerasan, dll tak hanya itu, harusnya aku yang ditakdirkan belajar di ilmu keperawatan pun seyogyanya semangat itu nggak bakalan turun. ya bolehlah turun dikit, tapi dikit aja dan gausah lama-lama. nah trus aku yang di sini, yang hidup enaq enaq aja, bisa apa? tidak lain dan tidak bukan juga sehari-hari adanya ngurusin diri sendiri. sebagai contoh, tahajud, shalat, hafalan, kuliah, kajian, dll buat siapa sih emang kalau bukan buat diri sendiri? porsi untuk orang lain juga nggak banyak. begitu kerasnya melawan diri sendiri, yang mana terlihat dari dar...

capek lelah, bismillah hijrah

pada akhirnya saya merasa pada titik jenuh atas hidup ini. jenuh karena jenuh hidup dan ingin mati saja. justru saya jenuh dengan pikiran saya sendiri ini. entah sebab apa.. atau istighfar saya yang masih belum bisa menutup noda-noda dosa itu, entah doa siapa yang mendoakan saya dapat hidayah, entah saya pernah nolong orang, entah tulisan, perbuatan, atau akhlak siapa yang membuat hidayah itu lama-lama mengikis noda dosa dalam diri saya. yap, jika diibaratkan dosa itu setebal kerak lumut, rasanya istighfar dan doa itu yang mengerok lumut sehingga lama-lama lumut itu hilang. mungkin sebagian besar orang akan memandang saya sudah tersibukkan dengan banyak kebaikan. ya gimana engga, kerjaannya di asrama buat belajar agama, di kampus belajar kuliah, di organisasi pun dakwah. nikmat banget kan? iya bangets. sebagaimana orang bilang, kadang kita mengeluhkan apa yang orang inginkan. misal saya ngeluh karena capek di asrama, padahal ada sekian banyak orang yang pengen bisa masuk asrama tapi...

siswa teladan

ceritanya ini mau mengambil pelajaran di masa lalu. kan katanya, kalau mau membuat diri lebih baik itu bukan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, tapi bandingkanlah dirimu saat ini dengan dirimu di masa lalu. ceileh bijak tenan aku kocak banget sih pagi ini, udah beberapa hari yang lalu dibilangin kalau harus presentasi dan review ke dosen etapi aku malah gak ngecek secara detail. trus yah malu sekali ketika teman tau aku nggak aware soal ini. yap,, buat pembelajaran aja ke depannya, jan sampe lupa memerhatikan sesuatu yang penting padahal masih ada waktu buat sekadar liat sesuatu yang nggak aham (penting). dari 8 siswa yang harus presentasi, yang mana dijadwalkan jam 10 mulai, 4 dosen udah bersiap, eh kitanya yang dateng baru berempat. baru jam 10 lebih lebih fullteam. gimana dong kalau gini? hmm sepertinya kultur jam karet sudah mendarah daging di seluruh umat indonesia. lanjutnya, kami diminta presentasi, siapapun boleh maju.. tapi kita juga nggak segera maju tuh...

passion

dulu suka bingung dan bertanya-tanya tentang, apasih sebenarnya passion saya? sekian waktu berlalu, tak kunjung menemukan jawabn juga. sampai bertanya pada kakak kelas, tanya mereka yang passion sekali di bidangnya.. lalu, masuk keperawatan UGM passion nggak? nah ini, gak tau saya. sewaktu pendaftaran kuliah dulu, snmptn sengaja pilih satu doang, gizi kesehatan UGM. eh ternyata, takdir berkehendak lain. okelaaa. suka aja gitu sama gizi akhirnya nyobalah sbmptn, pilihan pertama tetap gizkes ugm, kdua baru keperawatan ugm dan ketiganya gizi undip. ha, betapa saya pengen sekali masuk jurusan gizi. Alhamdulillah , 3 tahun sudah saya menjalani perkuliahan di world class university alias ugm ini. tentu banyak nano-nano jungkir balik selama kuliah. seorang saya yang sekian tahun tumbuh di lingkungan yang bisa dibilang kurang mendukung, membuat saya harus pintar-pintar membawa diri dan mencari ajti diri. sbeenarnya saya siapa sih? suka heran aja sama teman-teman yang kelihatannya pa...

fact of us

fact of nowadays : - teknologi serba canggih - generasi milenial - zaman berkembang pesat - era disrupsi - revolusi industri 4.0 - etc biasanya orang kalo buat latar belakang cuma muter-muter di situ nggak sih? haha ya, sadar atau tidak memang tidak ada salahnya ketika orang membuat fakta zaman sekarang ini menjadi alasan mereka sebagai permasalahan yang diangkat dalam paper atau penelitian. terlepas dari ketidaktahuan kita tentang zaman dulu atau orang-orang zaman dulu kalau bikin latar belakang permasalahan seperti apa, berarti zaman sekarang ini memang cukup signifikan atau bermakna membuat perubahan di sekitar. most of those alterations, membawa dampak berupa memudahkan kehidupan manusia. sebagai contoh, perut laper.. manusia tak lagi mengeluarkan sebesar ATP energi untuk jalan beli makan di warung terdekat bahkan. ia hanya tinggal touch-touch layar smartphone mereka. selesai. mudah bukan? senang bukan? masyaAllah.. yang katanya zaman canggih benar-benar membuat man...

mikir coba, malas adalah nikmat!

Di bawah naungan bangunan nan megah ini, ... Ah, hidup ini terlalu indah untuk dilukiskan. Langit mendung sore ini semakin menambah syahdu ruang kontemplasiku. Hujan baru saja datang, genting dan deadunan sejauh mata memandang basah kuyup. Seperti inginnya setiap insan saat dirinya kering, lalu ingin diguyur hujan. Setiap dari kita pasti tahu, kalau setiap manusia pasti akan merasakan mati. Masih nggak percaya juga? Hmm coba inget saudara atau teman yang sudah berada di balik batu nisan. Mereka pasti pernah hidup kan? Kamu bisa menjadi saksi atas pernah hidupnya dia. Iya, dia atau mereka pun pernah hidup. Tapi, sekarang mereka telah mati duluan. Karena aku juga manusia, pastilah cepat atau lambat aku juga akan mati. Malas. Siapa yang tak pernah malas? Saat diri terasa berat melakukan aktivitas. Saat pikiran lebih menang daripada keyakinan dalam hati untuk melakukan dengan penuh semangat. Kalah. Karena hidup juga sekitaran menang dan kalah sih. Termasuk sama diri sendiri...

tenang tapi tidak tenang

00.00 hari berganti Dimensi waktu yang kita miliki adalah sesuatu yang bisa dikatakan ghaib. Apa kita bisa melihat waktu? Tidak, kan. Kita hanya bisa menyaksikan kehadiran waktu karena kita semakin menua. Coba lihat foto satu tahun yang lalu (lah) minimal. Beda, bukan? Kita juga bisa meyakini kehadiran matahari yang senantiasa berjalan dari ufuk timur ke ufuk barat. Suasana bumi yang tadinya gelap lama-lama menjadi terang, begitu pun saat senja tiba, langit yang cerah tergantikan oleh semburat jingga di ufuk barat. Seandainya setiap hari kita merasa takut, itu hal yang wajar. Mengapa? Iya, karena takut kepada RabbNya, dikasih nikmat hidup, menghirup napas, bergerak, daaaan banyak hal lainnya yang gampang sekali disebutkan. Shearusnya kita selalu cemas, cemas menghadapi hari ini, bukan tentang hari kemarin atau hari esok. Cemas, kalau-kalau hari ini saya tetiba mati? Lalu amal apa yang sudah saya kerjakan? Sudah siapkah saya menghadapi alam setelah alam dunia?  hiii n...

sadar, tapi masih melakukan. bujukan setankah?

seorang kader... ialah yang mengkader tak boleh minder apalagi baper kader dakwah bukan kader sawah harusnya ilmu terus bertambah setiap hari senyumnya semakin merekah emosinya tak gampang membuncah karakternya yang pintar memilah namun, seringkali salah kaprah masalah kian merambah bukan menyerah ketika ingat rumah ini bukan tentang "ah" banyak menyalahkan tapi nol perbaikan banyak menjelaskan tapi tak memahamkan kader dakwah.. kebanyakan amanah dipuji tak terbang dihina tak tumbang ketahuliah.. kader dakwah, sedang berbenah

memulai

harusnya judul di atas itu...  T A U B A T hehehe why? karena.. sudah sekian lama janji menulis masih menjadi wacana. terakhir ngepost bulan november tahun kemarin. eh sekarang? udah februari akhir aja. cepet ya waktu di dunia? mau kiamat kaliik ckck yauda, kalau kata orang yang lalu biarlah berlalu. sekarang bukan waktunya lagi bersantai-santai, ngepost nggak penting, kebanyakan ngeluh, nggak sabaran, ahh apapun. sebenarnya most of us itu sadar kalau kematian itu sebuah keniscayaan. kita juga sering menyaksikan orang di sekitar kita mati, bahkan kita menyolatkan beliau-beliau. Ya Rabb.. apa hati ini keras sampai-sampai kematian itu belum menancap kuat kepastiannya di dada kami? lembutkan, lapangkan, hati kami Ya Allah jika waktu telah berlalu, dan sesuatu telah terjadi, apa namanya? takdir. ya takdir.. kalau takdir itu menurutku takdir yang belum baik untuk diriku, dan sekarang aku masih diberi kesempatan bernapas -dan hidup tentunya- maka yang bisa aku lakukan adala...

prioritas

Image
kadang.. ketakutan, kegelisahan, kecemasan, semua itu menyelimuti diriku tapi yang paling menakutkan adalah, ketika aku tak bisa mengelola prioritas dalam hidup seperti yang sudah sering kita dengar, hidup ini singkat dan akan lebih singkat ketika kita hanya menghabiskan masa hidup dengan hal yang sia-sia kelamaan makan misalnya, kadang pula.. nafsu ingin dimenangkan, sekali kali lah.. begitu ucapnya. tapi mau sampai kapan jika pada akhirnya itu berlangsung berkali-kali? lalu sebenarnya seberapa penting kita mendahulukan nafsu daripada kebutuhan? padahal diri kita juga manusia, yang suka hiburan dan bersantai ria istighfar.. istighfar.. jika ini tak sulit, mungkin bukan ujian namanya. Ya Rabb.. lindungi kami dari nikmat yang jadi musibah perangkapkan kami dalam naungan rasa syukur yang tiada henti hingga ibadah juga tak henti2

berwacana

bismillaahh haha pengen bikin gebrakan baru! mahasiswa oiy. masak hidupnya gitu2 ajaaa mau lemes2 ajaa flet2 ajaa males2 ajaa...bosen juga hmm btw aku selalu ingat dengan kata murobbi, start from the end. memulai sesuatu itu dari akhirnya. akhirnya, apa yang mau kita dapetin? misal lagi kuliah nih... pas udah lulus nanti, pengen dikenang speerti apa? lulus cumlaude? hafidzah? pernah juara emas pimnas? atau.. pernah menjabat sbg presma bem km? haha yaw itulah sederet atribut yang mungkin bagi sebagian orang menjadi sesuatu yang harus ia dapatkan dalam hidup ini. baik? baik kok.. apa yang buruk? mulia tauuu tapi poinnya di sini adalah.. bahwa masa depan itu hasil maupun dampak dari masa sekarang. bahwa mimpi itu harus kita miliki beserta tujuan2nya. ibarat mau pergi ke suatu tempat, mau kemana? tanpa tujuan jelas.. yang ada hanyalah di jalan dia bakal bingung mesti ngapain, belok mana, apa tiap ada belokan dia belok? nggak jelas gitu apa yang dituju. apa yang mau didapetin di ak...

cobaan

selalu ada cobaan di setiap langkah kehidupan kita sebenarnya kita semua adalah makhluk yang pandai dan cerdas. ketika kita berjalan di atas sebuah batang kayu bulat dan di bawahnya sungai yang amat dalam, dan hanya ada jalan itu tentu kita akan fokus. fokus dan konsentrasi sehingga kita tak jatuh ke sungai yang airnya siap menerkam siapa yang jatuh. ketika kita mengendarai sepeda motor, tentu kita akan fokus. memperhatikan jalanan agar tak nabrak ataupun terjatuh. ketika membalas chat, tentu kita akan fokus dengan percakapan kita dengan kawan di media sosial ketika nonton film, tentu kita akan fokus sampai-sampai tak sadar air mata hangat di pipi mengalir. dan ketika2 lainnya juga keniscayaan yang lainnya. tapi, di saat kita sholat... di saat kita belajar, kuliah di kelas... di saat kita mendengarkan kajian di majelis ilmu... mengapa kita mengantuk? tidak fokus? tidak sungguh-sungguh? padahal toh sebenarnya berpikir itu menguras energi yang ada dalam tubuh kita. bahkan...

refleksi nilai blok

Ada banyak polemik yang terjadi di balik nilai blok (khususnya bagi kami mahasiswa PSIK). Lebay ya bahasanya. Hehe. Emang nilai blok merupakan sesuatu yang mendebarkan bagi jantung kami-kami. Biasa aja sih sebenarnya, tergantung masing- masing orang bagaimana menyikapinya. Right ? Tiga blok tlah berlalu, artinya satu semester sudah jatah kami berkurang dalam belajar di Ilmu Keperawatan. Seperti ketika kita tiba di hari ulang tahun ada perasaan suka dan duka, pun senang dan sedih. Senang saat menyadari bahwa ternyata kami bisa menambah dan memahamkan diri dengan berkuliah Ilmu Keperawatan dibanding dulu ketika masih SMA ilmu kita belum sejauh ini. Ditambah lagi, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya angka semester yang kami jalani berarti jenjang kami semakin naik dan semakin dekat dengan gerbang cita-cita masa depan. Namun, sedih tatkala menyadari selama satu tahun diberi amanah berkuliah di prodi yang termasuk dalam Fakultas Kedokteran ini sesungguhnya belum banyak ilmu yang ny...

youre not alone

sesekali aku merasa bahwa hidup ini sangat sulit bagiku. jalan hidupku selalu terjal. bahkan aku hampir menyerah menjalani hidup ini. ingin rasanya keluar dari semua kepiluan yang aku alami.. dan seringkali aku luput dari rasa bersyukur dan bersabar. padahal aku tahu, itulah kunci meraih kebahagiaan hidup. manusia..manusia.. seperti aku ini, yang kadang lupa diri. enggan menerima diri, belum mengenal diri seutuhnya. begitu juga berarti aku belum mengenal Tuhanku yang menciptakan aku untuk tinggal di muka bumi ini. tapi.. sebuah acara Jumat malam minggu lalu, pada sesi lingkaran curcol, lagi-lagi aku disadarkan. jika tak hanya aku seorang diri kok yang mengalami pahit manisnya kehidupan. hanya saja setiap orang punya jalan ceritanya masing-masing. pada kesempatan itu, kami diberi stimulan untuk mengungkapkan perjalanan hidup yang pernah kami lalui selama ini, entah itu semanis madu ataupun sepahit jamu bratawali. mereka yang kukira sebagai orang yang kece, orang yang baik2 saja, ...

tandus

bagaikan tanah yang tandus.. ia berwujud, namun kering kerontang, tak ada sesuatu yang dihasilkan ia seakan tak ada manfaatnya.. kehidupan ini memang penuh lika-liku. hidup di dunia adalah ladang ujian menuju akhirat. jadi, sudah semestinya tidak akan ada sesuatu yang nikmat dan mudah di sini. dari sinilah kekuatan kita sebagai manusia yang tinggal di muka bumi, ditantang. seberapa kuatkah, hebatkah, sabarkah, kamu? akankah kamu akan tetap menjadi tandus seperti ini? tidakkah terlintas di benakmu, menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi sesama, alam, dan makhluk lain? bahkan mikroorganisme pun enggan tinggal bersamamu lantaran kamu berwujud tetapi kosong.. inna maal usri yusraa.. :) sesungguhnya bersama kesulitan kemudahan. hirup udara pelan ... dan keluarkan perlahan... lihat tubuh kita. bagaimana kondisinya? lengkap? sehat? ya, Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan meniti setiap masa yang Ia berikan. Allah percaya pada kita, kita masih diberi kesempatan hidup hingg...

damai

sudah selayaknya kita berdamai bahkan dengan hati kita sekalipun karena justru di dalam hatilah kerusuhan itu mencuat sesungguhnya, kehidupan ini tidak lain dan tidak bukan asalnya dari hati kita menggosip misalnya, bisa jadi asalnya dari hati yang enggan berdamai dengan karunia Allah karena hatinya enggan damai, jadinya lidah diperalat sampai lupa bukan masalah gosip saja menghadapi teman yang berbeda pendapat, nilai yang tidak sesuai ekspektasi, dan unsur-unsur lain yang membuat hati menjadi resah sebab tidak sesuai kehendak hati berdamai, meskipun dengan hati sendiri ternyata lebih sulit daripada mendamaikan orang yang berkelahi jika hidup ini ujian, dan sabar plus syukur kunci jawabannya, maka damai dapat dikatakan hasilnya yang nyata damai.. akan menumbuhkan senyum pada ia yang resah dan rusuh damai.. menenangkan hati ini cuma di dunia toh! satu detik yang akan datang pun kita tidak tahu

Kebiasaan Buruk

yha. Saya masih harus banyak belajar. Terlebih banyak belajar menerima diri dan keadaan. Bukankah pelajaran terbaik di dunia ini adalah menjadikan diri kita lebih baik? Rasa syukur dan kesabaran harus terus dipupuk. Syukur dan sabar adalah kunci menghadapi ujian yang patut melekat terus. Tak boleh salah satunya timpang. Seperti ketika berkendara, sesekali melihat spion biar tahu di belakang ada apa dan lebih berhati-hati. Dan terus menatap ke depan agar tujuan yang jelas lekas tercapai. Jangan melihat ke atas terus, nanti kita lupa bersyukur. Pun, jangan melihat ke bawah terus, nanti kita nggak maju-maju. "Jangan takut. Kemarin, kamu sudah berusaha maksimal.. , belajarlah menghargai usaha diri sendiri. Jangan melulu menyalahkan dirimu sendiri. Kebiasaan buruk itu!" tersenyum, seraya berkata "Aku hanya ingin memberi yang terbaik.." "Ya, berusahalah selalu memperbaiki. Jangan lupa bersyukur!" Ada sebuah percakapan yang terjadi sekitar setahun si...

gagal di dunia

"ah, aku merasa banyak gagal di dunia ini.." "nggak papa.. jangan bersedih hati. ini kan dunia, yang penting nggak gagal di akhirat." (((ingat, masih ada akhirat))) iya juga.. , gumamku

ayem

udara, kusampaikan terima kasih atas hadirmu engkau membawa surat yang membangunkan nuraniku udara, karnamu aku bisa mengulang hirupan oksigen engkau membuat jantungku terpacu sampai detik ini udara, lewat wujudmu yang tak kasat mata engkau buat hatiku merasa dan mencoba menghidupkan makna yang tak kasat (mata pula) surat yang dikirimkan udara itu, memacu air mataku keluar dari sarangnya. aku berusaha membendungnya, hingga ia takut keluar dari kelopak mataku berkaca-kaca.. ~menanti hadiah terbaik dari Allah􀄃􀄷heart􏿿 jika mau menyesal.. hadiah baru sudah menanti, tetapi mengapa kenangan lama masih kau genggam juga? bagaimana dengan hadiah baru jika tangan kau masih menggenggam masa lalu? baiknya, biarkan masa lalu menjadi sejarah, kenangan, dan pelajaran.. sesekali bolehlah melihat 'spion' masa lalu agar kau semakin mantap maju ke depan siapkan tangan untuk menggenggam hadiah yang masih dirahasiakan Allah yakinkan, hadiah itu pasti lebih indah pada waktu ya...

membandingkan diri sendiri dengan orang lain ?

Akhir-akhir ini saya banyak merenungi tentang diri orang lain. Banyak membaca karakter orang dan mencoba menggali hikmah apa yang kira-kira bisa saya ambil. Tak lama kemudian saya jatuh pada kalimat, membandingkan diri sendiri dan orang lain . Semenjak saya lepas kendali dengan diri sendiri, saya banyak-banyakin tanya ke orang-orang yang sekrianya bisa emmberi nasehat dan mampu membangkitkan semangat dalam diri saya. Tapi, ratusan kata yang keluar dari mulut teman-temanku itu seolah sama sekali tidak berefek. Sampai tangis itu pecah barulah sedikit membawa perubahan dalam diri saya. Kalau dikata, capek keuleus membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Jika dipikir, apa untungnya coba? Apakah bisa diri kita berubah jadi orang lain? Itulah kata-kata yang sedikitnya bisa menahan untuk berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kalau terus-terusan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, berarti kita belum mensyukuri nikmat yang sudah dikaruniakan Alla...