Posts

Showing posts with the label refleksi

jangan kayak aku :(

hmmm sebelum ngerjain revisian proposal, hatiku tersentuh buat ngeblog dulu wkwk kepikiran buat merefleksikan setelah 3,5 bulan tinggal di rumah quran buat pembelajaran sama-sama aja yaaa. ternyata ketika kita punya cita-cita tinggi, konsekuensi untuk meraihnya adalah usaha dan doa kita harus sama-sama tinggi. mungkin itu yah yang salah satunya miss di awal. pertama, motivasi percaya nggak percaya, seseorang yang kehilangan motivasi dalam hidupnya ya dia akan lebih banyak rebahan, goler-goler, atau males-malesan. kebanyakan. kalau sesekali karena capek sih oke aja. ketika seseorang tu punya mimpi, pasti dia akan menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal yang bisa mencapai mimpinya. kalau aku sendiri ngerasa kehilangan motivasi. karena motivasi itu sesuatu yang terus membuatmu tahu mengapa terus bersemangat. misal, semangat ngedapetin IPK 4 karena orang tua, karena kuliahnya pake beassiwa jadi mau menebusnya dengan IPK bagus, karena inget nggak semua orang bisa kuliah di ka...

pertolongan Allah

Image
kayak mau cerita kisah ditolong Allah aja.. wkwk gaa, genre blog ku kurang lebih adalah persoalan yang sering menjadi fenomena pada diri sendiri. jika beberapa postingan ke belakang aku sering membahas tentang ikhtiar bagaimana menjadi pribadi yang ini itu. nah tapii gak cukup sampai di situ saja. itu sih okee, cuman ada beberapa hal yang menjadi tonggak keberhasilan. karena jatuhnya sama saja jika hanya mengandalkan diri sendiri, semacam pengen diriku yang begini dan begitu.. Alhamdulillah kemarin siang Allah izinkan hamba ini untuk hadir ke majelisnya Mba Faiza. hehe lagi-lagi beliao, hmmm keren bat sih. ntar kapan-kapan kita bahas tentang beliau kali ya? wqwq eh jangannn nanti malah bikin dosa berjamaah :(( okeee back to the topic. sebagai salah satu rangkaian dari agenda MQMM #2, wah apa pula ini, wah kalo gini nanti aku jadi harus cerita banyak ya? hmmm ya bole sii nanti kita cerita tentang MQMM #2 ini, ntah kapan. aku lagi moodnya bahas yang pen aku bahas aja. sbeen...

siswa teladan

ceritanya ini mau mengambil pelajaran di masa lalu. kan katanya, kalau mau membuat diri lebih baik itu bukan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, tapi bandingkanlah dirimu saat ini dengan dirimu di masa lalu. ceileh bijak tenan aku kocak banget sih pagi ini, udah beberapa hari yang lalu dibilangin kalau harus presentasi dan review ke dosen etapi aku malah gak ngecek secara detail. trus yah malu sekali ketika teman tau aku nggak aware soal ini. yap,, buat pembelajaran aja ke depannya, jan sampe lupa memerhatikan sesuatu yang penting padahal masih ada waktu buat sekadar liat sesuatu yang nggak aham (penting). dari 8 siswa yang harus presentasi, yang mana dijadwalkan jam 10 mulai, 4 dosen udah bersiap, eh kitanya yang dateng baru berempat. baru jam 10 lebih lebih fullteam. gimana dong kalau gini? hmm sepertinya kultur jam karet sudah mendarah daging di seluruh umat indonesia. lanjutnya, kami diminta presentasi, siapapun boleh maju.. tapi kita juga nggak segera maju tuh...

I am just a piece of trash..

Image
kadang di bawah kadang di atas. itulah iman, siapapun orangnya pasti pernah merasakannya. bedanya adalah bagaimana ia menyikapinya. dan sikap ini pun tergantung apa  pengalaman dan pengetahuannya. semakin banyak pengetahuan, epmahaman, ilmu, dan pengalaman seseorang mestinya ia akan sedikit lebih dewasa menyikapi titik rendah hidupnya. suasana hujan memang slalu syahdu menemani siapapun di saat ingin berkontemplasi. merenungi perihal hidup ini. setiap tetes hujan yang turun membasahi bumi mengandung pesan tersirat tentang kuasa Sang Ilahi. mana mungkin ada orang menurunkan hujan dari langit yang seakan dijangkau pesawat secanggih apapun takkan pernah bisa. hujannya nggak cuma seember, bahkan berkubik-kubik setara volume di lautan sana. aih, diri kita mah apa.. cuma butiran debu yang tak kasat mata. coba aku dilihat dari ketinggian sekian kaki dari bumi, pasti nggak kelihatan. ya kan? jadi, sebenarnya apa yang mesti kita perjuangkan? suatu saat kita bangga ketika banyak ora...

fact of us

fact of nowadays : - teknologi serba canggih - generasi milenial - zaman berkembang pesat - era disrupsi - revolusi industri 4.0 - etc biasanya orang kalo buat latar belakang cuma muter-muter di situ nggak sih? haha ya, sadar atau tidak memang tidak ada salahnya ketika orang membuat fakta zaman sekarang ini menjadi alasan mereka sebagai permasalahan yang diangkat dalam paper atau penelitian. terlepas dari ketidaktahuan kita tentang zaman dulu atau orang-orang zaman dulu kalau bikin latar belakang permasalahan seperti apa, berarti zaman sekarang ini memang cukup signifikan atau bermakna membuat perubahan di sekitar. most of those alterations, membawa dampak berupa memudahkan kehidupan manusia. sebagai contoh, perut laper.. manusia tak lagi mengeluarkan sebesar ATP energi untuk jalan beli makan di warung terdekat bahkan. ia hanya tinggal touch-touch layar smartphone mereka. selesai. mudah bukan? senang bukan? masyaAllah.. yang katanya zaman canggih benar-benar membuat man...

mikir coba, malas adalah nikmat!

Di bawah naungan bangunan nan megah ini, ... Ah, hidup ini terlalu indah untuk dilukiskan. Langit mendung sore ini semakin menambah syahdu ruang kontemplasiku. Hujan baru saja datang, genting dan deadunan sejauh mata memandang basah kuyup. Seperti inginnya setiap insan saat dirinya kering, lalu ingin diguyur hujan. Setiap dari kita pasti tahu, kalau setiap manusia pasti akan merasakan mati. Masih nggak percaya juga? Hmm coba inget saudara atau teman yang sudah berada di balik batu nisan. Mereka pasti pernah hidup kan? Kamu bisa menjadi saksi atas pernah hidupnya dia. Iya, dia atau mereka pun pernah hidup. Tapi, sekarang mereka telah mati duluan. Karena aku juga manusia, pastilah cepat atau lambat aku juga akan mati. Malas. Siapa yang tak pernah malas? Saat diri terasa berat melakukan aktivitas. Saat pikiran lebih menang daripada keyakinan dalam hati untuk melakukan dengan penuh semangat. Kalah. Karena hidup juga sekitaran menang dan kalah sih. Termasuk sama diri sendiri...

publish my contemplation haha

Gonjang ganjing! Aku kok hampir menyerah sama tugas DM2 kammi.. hampir bilang ngga mau lanjut DM2 dan gamau di kammi lagi. Kata mbak Unuy di WA, sayang, iyaa juga sayang siih aku udah sejauh ini berjalan lantas aku memilih berhenti dan berbalik arah? Mau sampai kapan begini? Pikiranku terus berkontemplasi di alamnya. Waktu aku cari surat rekomendasi dulu.. sampe ngorbanin apapun, sampe waktuku buat negrjain yang lain tertunda. Sampe aku pulang larut hanya untuk mengambil surat rekomendasi yang diisi oleh mas mas kammi di komsat. Apakah semudah dan secepat itukah aku menyerah? Lemah bgt sih non! Lalu.. aku menengok ke belakang, rekam jejakku. Dan inget teman-temanku yang sudah ebrhasil dengan capaiannya, yang sudah berhasil menuntaskan cita-citanya. Ah, mereka aja bisa masak aku enggak? Mereka bisa lho setiap detik waktunya sangat berharga, sangat pelit dengan waktu. Eh eh eh.. kalau waktu=uang, berarti, kita juga bisa dong pelit sama waktu. Kalau pelit sama uang aja bisa, kenapa ...

self-contemplation : an urge to know

Qadarullah wa masyaaAllah.. Allahu sudah menakdirkan semua yang telah berlalu terjadi dan atas seizinnya. Okey yang perlu aku lakukan sekarang adalah ikhlas, lapang, dan tidak terjebak dalam ratapan masa lalu. Sudah terlalu banyak aku meratapi masa lalu hingga habis waktuku dan cemas dengan masa depan. Hidup ku, bisa jadi adalah cerminan bagaimana iman terpatri di hati. Mungkin kemarin2 imanku belum kuat.. atau ada dosa-dosa atau kedzaliman yang aku lakukan sehingga pikiran ini tak lagi jernih. Hati kotor. Aku kehilangan sosok nonny yang rajin dan bisa atur waktu 😊 nggak apa.. jan terus disesali. Toh kita juga tak bisa merubah masa lalu. Masa lalu, hanya bisa dijadikan pelajaran dan guru di masa depan yang akan menguatkan ketika kita menemui ujian yang sama. Setidaknya aku mengurangi jatah gagal ku di masa muda, agar kelak ketika aku sudah dewasa lebih banyak kesuksesan yang kan aku dapatkan. Nggak apa,,, setip kejadian dalam hidup bukankah pembelajaran. Pun kesalahan-kesalahan y...

bersamamu.. kulewati..

ada banyak hal yang mesti ku kerjakan tapi, di week 6 Blok 3.2 ini aku tersentak tentang perjalananku sejauh ini bersama Ilmu Keperawatan ialah jurusan yang tak pernah ada dalam benak atau pikiran dulu, sewaktu kecil jika pertanyaan klasik ditujukan padaku, Nonny cita-citanya apa? jujur, aku bingung dengan cita-cita ku. intinya aku pengen menolong orang lain, tapi seringnya aku menyebutnya dengan guru atau dosen. keren aja gitu bisa mencerdaskan anak Indonesia. tapi.. kalau mau jadi guru atau dosen, dosen apa? ._. kuliah terakhir di blok ini, cukup memutar otakku ke masa lalu : dosen bilang, sah sah saja kalau penelitian itu berasal dari pengalaman pribadi. ya, kalau dipikir, kenapa aku memilih jurusan keperawatan sebagai jenjang studi yang aku lanjutkan setelah SMA? karena mungkin ini berasal dari pengalaman pribadi. dan jujur saja, aku gak begitu passion kok di sini. aku malah merasa senang sekali waktu mengajar. bahkan, ngajar tahsin lebih aku sukai ketimbang kuliah ke...

mengapa sabar dan syukur?

manusia emang unik tapi kata Rasulullah.. seorang mukmin apabila ditimpa kesusahan maka ia bersabar dan kala ditimpa kesenangan dia bersyukur ketika kita merasa kerdil di dunia ini.. saat itulah kita perlu bersabar dan bertahan tetap hidup ketika kita merasa hebat di dunia ini.. saat itulah kita perlu bersyukur dan melindungi hati dari riya dan 'ujub hidup kita.. juga ada dua yang menyertai dan beriringan susah seneng pesimis optimis sedih bahagia sebel kangen gelap terang dll dan... hidup kita memang berkutata pada kedua hal itu saja. nggak akan kemana-mana kok, cuma dua hal itu ya kalo nggak gelap, terang so simple sist bro

sadar, tapi masih melakukan. bujukan setankah?

seorang kader... ialah yang mengkader tak boleh minder apalagi baper kader dakwah bukan kader sawah harusnya ilmu terus bertambah setiap hari senyumnya semakin merekah emosinya tak gampang membuncah karakternya yang pintar memilah namun, seringkali salah kaprah masalah kian merambah bukan menyerah ketika ingat rumah ini bukan tentang "ah" banyak menyalahkan tapi nol perbaikan banyak menjelaskan tapi tak memahamkan kader dakwah.. kebanyakan amanah dipuji tak terbang dihina tak tumbang ketahuliah.. kader dakwah, sedang berbenah

refleksi nilai blok

Ada banyak polemik yang terjadi di balik nilai blok (khususnya bagi kami mahasiswa PSIK). Lebay ya bahasanya. Hehe. Emang nilai blok merupakan sesuatu yang mendebarkan bagi jantung kami-kami. Biasa aja sih sebenarnya, tergantung masing- masing orang bagaimana menyikapinya. Right ? Tiga blok tlah berlalu, artinya satu semester sudah jatah kami berkurang dalam belajar di Ilmu Keperawatan. Seperti ketika kita tiba di hari ulang tahun ada perasaan suka dan duka, pun senang dan sedih. Senang saat menyadari bahwa ternyata kami bisa menambah dan memahamkan diri dengan berkuliah Ilmu Keperawatan dibanding dulu ketika masih SMA ilmu kita belum sejauh ini. Ditambah lagi, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya angka semester yang kami jalani berarti jenjang kami semakin naik dan semakin dekat dengan gerbang cita-cita masa depan. Namun, sedih tatkala menyadari selama satu tahun diberi amanah berkuliah di prodi yang termasuk dalam Fakultas Kedokteran ini sesungguhnya belum banyak ilmu yang ny...

tandus

bagaikan tanah yang tandus.. ia berwujud, namun kering kerontang, tak ada sesuatu yang dihasilkan ia seakan tak ada manfaatnya.. kehidupan ini memang penuh lika-liku. hidup di dunia adalah ladang ujian menuju akhirat. jadi, sudah semestinya tidak akan ada sesuatu yang nikmat dan mudah di sini. dari sinilah kekuatan kita sebagai manusia yang tinggal di muka bumi, ditantang. seberapa kuatkah, hebatkah, sabarkah, kamu? akankah kamu akan tetap menjadi tandus seperti ini? tidakkah terlintas di benakmu, menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi sesama, alam, dan makhluk lain? bahkan mikroorganisme pun enggan tinggal bersamamu lantaran kamu berwujud tetapi kosong.. inna maal usri yusraa.. :) sesungguhnya bersama kesulitan kemudahan. hirup udara pelan ... dan keluarkan perlahan... lihat tubuh kita. bagaimana kondisinya? lengkap? sehat? ya, Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan meniti setiap masa yang Ia berikan. Allah percaya pada kita, kita masih diberi kesempatan hidup hingg...

lambat laun kan basi

tibalah aku di sini. membawa sesal tiada arti. ada sejuta kisah yang ia alami selama ia lenyap dari dunia blognya. sebuah pilihan untuk sejenak meninggalkan dunia blog ia maksudkan dengan tekad menggali letak kebutaannya. ia mencoba mengarungi segala urusan dan tempat-tempat di dunia ini dalam durasi waktu yang ia sendiri tak yakin akhirnya sampai bisa menulis di sini. ada rasa iri tentang bercumbu bersama blog. tatkala ia menyambangi bloglist di sisi kanan halaman blognya. ia semakin tak kuasa angkat bicara perihal apa yang telah ia dapatkan selama lenyap dari jangkauan. walaupun tak ada satu orang pun yang mencari, kecuali dirinya sendiri. tak ada satu persen kenaikannya atas pengorbanan meninggalkan perblogan berhari-hari. tdiak lain, ia tetap kosong. seperti makanan .. kisah yang baru saja terjadi adalah sebuah santapan lezat yang masih panas, seger, dan fresh from the oven. tapi.. mengapa ia tak lekas menyantapnya, menjadikannya sumber energi untuk menulis sesuatu yang bermanfa...

batas

semakin hari.. semakin berlalu.. semakin ku menyadari.. bahwa batas itu batas itu diri kita sendirilah yang memagarnya seperti.. katanya suka membaca, kenyataannya sama sekali telah hilang hasratnya emmbaca katanya suka menulis, kenyataannya berhari berbulan bertahun tak menulis tdiak menyesal tak suka film, padal hampir semua orang up to date dengan film2nya di film, banyak juga pelajarannya katanya mau jadi peneliti, kenyataannya baca jurnal dan web resmi ogah-ogahan dan enggan berdekatan dg hal berbau meneliti hm